Hino 4×2
Konfigurasi:
Truk Engkel Tunggal memiliki 4 roda total (2 depan, 2 belakang) 1 gardan penggerak (rear wheel drive)
Fungsi:
- Cocok untuk kapasitas muatan lebih kecil (sekitar 1,5 – 2 ton)
- Dipakai untuk distribusi barang dalam kota dan jalan yang tidak terlalu lebar.
Truk Engkel Double memiliki 6 roda total (2 depan, 4 belakang) 1 gardan penggerak (rear wheel drive)
Fungsi:
- Cocok untuk mengangkut barang beban sedang dengan kapasitas muatan (2 – 3,5 ton)
- Dipakai untuk distribusi barang dengan perjalanan yang tidak terlalu jauh seperti dalam kota.
Hino 6×2
Konfigurasi:
10 roda total, 2 di sumbu roda depan, 4 di sumbu roda tengah dan 4 di sumbu roda belakang. 1 sumbu roda tengah (gardan penggerak), 1 sumbu roda belakang (non-driven axle)
Fungsi:
- Kapasitas lebih besar, ideal untuk angkutan jarak jauh dengan muatan menengah – berat.
- Sering digunakan sebagai truk wingbox, truk box, atau bak besi.
Hino 6×4
Konfigurasi:
10 roda total, 2 di sumbu roda depan, 4 di sumbu roda tengah dan 4 di sumbu roda belakang. 1 sumbu roda tengah (gardan penggerak), 1 sumbu roda belakang (gardan penggerak)
Fungsi:
Cocok untuk dump truck pertambangan, konstruksi, log haul. – Dipakai di daerah dengan tanjakan curam atau jalan tidak rata.
Hino 8×2
Konfigurasi:
Total 12 roda, 2 roda di sumbu roda depan (F1), 2 roda di sumbu roda depan (F2) sebagai kemudi. 8 roda sumbu roda belakang (R1 & R2) dengan 1 gardan penggerak, dan sumbu roda paling belakang sebagai bantalan beban (non-driven axle)
Fungsi:
- Kapasitas besar, cocok untuk angkutan volume tinggi tapi tidak ekstrem.
- Banyak digunakan sebagai truk wingbox besar atau karoseri box.
Hino 8×2
Konfigurasi:
Total 12 roda, 2 roda di sumbu roda depan (F1), 2 roda di sumbu roda depan (F2) sebagai kemudi. 8 roda sumbu roda belakang (R1 & R2) dengan 2 gardan penggerak (R1 & R2). Untuk tugas ekstra berat, cocok untuk tambang besar atau proyek infrastruktur.
Fungsi:
Umum digunakan sebagai truk heavy duty dump truk.
